Bukan Segalanya
( Sebuah Cerita Seorang Siswa TN di buku " 1 Lembar Untuk 1000 Massa" )


“ Bang, Teston kapan lagi bang?”
“Minggu depan dek, siap kan ?”
“Siap lah bang,”


Ini adalah sebuah kisah nyata tentang aku, seorang siswa SMA TN angkatan 20. Kisah ini bermula dulu, tepatnya saat masih PDK (PDK itu semacam kegiatan orientasi siswa baru di SMA TN), di masjid Pangsar Sudirman. Saat itu , kegiatan mentoring (lebih di kenal dengan ceramah) sedang berlangsung. Kegitan mentoring ini di bagi dalam kelompok kelompok kecil yang beranggotakan 8 orang.



Aku pun tergabung dalam kelompok kamar awal graha 19 (memang pada saat itu, memang kelompok mentoring di bentuk berdasarkan urutan kamar di graha). Dan ternyata, aku mendapat 2 abang mentoring yang asik gaul dan funky. Abang yang pertama adalah seorang Bantara (kelompok Pramuka SMA TN), dia sangatlah lucu dalam menyampaikan materi. Sedangkan yang satu lagi, dia adalah seorang Tonpara. Tonpara merupakan kepanjangan dari Peleton Upacara. Mungkin kalau di SMA pada umumnya bisa di sebut Tonti atau Pasukan Baris Berbaris.


Awalnya aku tidak mengerti tentang Tonpara, dan tidak begitu minat dengan Tonpara. Tapi karena kegiatan mentoring ini, aku pun mulai tertarik dengan Tonpara. Entah kenapa aku melihat sesosok Tonpara itu terbilang gagah, tegap, dan berwibawa. Entah kenapa pula aku tertarik dengan Tonpara, mungkin karena aku sering bercerita dengan abang Mentoring ku yang Tonpara.

Hari demi hari berlalu, aku dan Abang mentoringku yang Tonpara semakin akrab. Kami saling bercerita pengalaman dan banyak lagi. Dan aku mengakui kalau akau ingin sekali menjadi seorang Tonpara. Abangku pun bercerita segala macam tentang Tonpara lebih detail. Dari syarat tes Tonpara, hingga saat menjadi Tonpara. Aku pun makin tertarik saat itu. Hingga akhirnya aku punya rencana, Aku harus menjadi seorang Tonpara SMA Taruna Nusantara.

Tak hanya itu yang di ceritakan, ia bercerita juga tentang salah seorang teman abangku tersebut yang minat Tonpara, tapi tidak ke terima. Awalnya aku agak takut tidak keterima setelah mendengar cerita tersebut, tapi abangku meyakinkanku kalau aku pasti bisa masuk Tonpara. Karena menurutnya, segala kriteria Tonpara sada di dalam diriku. Tinggi, pinter, hafal orientasi, tinggal kemampuanku dalam olahraga yang harus di tingkatkan.

Hari pertama Tes, tes administrasi. Wah, ternyata banyak sekali yang ikut. Awalnya agak pesimis, tapi aku ingat kata abangku, aku pasti bisa. Sewaktu Tes, aku sempat lupa satu nama abang tonpara. Selesai tes, aku takut luar biasa jika tidak di terima. Sebenernya terbilang berlebihan karena hanya karena seperti itu. Hingga pada waktu pengumuman, ternyata aku masih lolos tes tahap pertama.

Tes berikutnya adalah tes baris berbaris dan postur. Bersyukur aku di beri komentar bahwa baris berbarisku terbilang cukup baik dan suaraku cukup lantang. Hal ini tambah meyakinkanku bahwa aku akan menjadi tonpara. Di tes postur, aku di perintahkan untuk push up 25 kali. Dan alhamdulillah, aku masih bisa dan kuat.

Aku tetap menceritakan semua hal yang ingin ku tahu ke abang mentoringku yang tonpara. Hingga tibalah, waktu Tes wawancara abang kakak. Jantungku berdegup kencang luar biasa. Aku berusaha tampil dengan sebaik mungkin. Setrika rapi, tidak ngerel, rambut sesuai ketentuan, kuku pendek, gesper di braso, dan sepatu di semir agar mengkilat.

Tibalah giliranku untuk wawancara abang kakak, aku pun masuk ke ruang tes dengan sedikit takut. Di tanya pertanyaan bermacam macam. Benar benar tekanan batin yang luar biasa. Sempat di bentak bentak, di maki maki dan banyak lainnya. Pada intinya di tes ini, yang di tes adalah mental dari masing masing peserta seleksi. Dan sekali lagi aku mengucapkan puji syukur, aku masih di berikan kesempatan untuk lolos ke tahap berikutnya.

Hingga tibalah tes terakhir, yaitu tes wawancara pengurus dan pamong. Ini adalah penentuan akhir siapa yang akan menjadi peleton SMA Taruna Nusantara. Tesnya di mulai jam 7 malam dan alhamdulillah berakhir jam 1 malam. Sebelum di wawancara, kami di orientasi habis habisan. Berdiri selama kurang lebih 5 jam, melelahkan, tapi aku yakin aku bisa. Dalam pikirku terus berkata, aku akan menjadi tonpara.

Sehari dua hari kemudian, tak ada kabar. Namun feeling ku sudah berkata agak negatif. Abangku yang biasanya setiapa saat baik baik saja kepadaku, kini berubah menjadi pendiam kepadaku. Ku tanya Tonpara, ia hanya menjawab, ”banyak berdoa saja,”

Aku pun bingung dengan kata katanya. Kemudian, salah seorang temanku berkata kepadaku bahwa saya TIDAK MENJADI TONPARA. Aku agak shock, tapi aku yakin temanku pasti hanya sok tau. Aku yakin kalau aku pasti menjadi Tonpara.

Hingga tibalah hari pengumuman akhir. Suasana mendung di hari minggu itu benar benar membingungkan pikiran dan hatiku. Entah feelingku yang jelek, atau hanya perasaanku saja yang gundah gulana. Tapi aku tak mempedulikan itu, aku yakin aku pasti jadi Tonpara.

Suasana GOR sore itu tampak tidak meyakinkan. Mungkin terlihat gelap karena cuaca mendung sore itu. Aku dan para calon peleton lainnya pun masuk ke GOR, berbaris, menanti pengumuman. Setelah itu, kami di perintah bergerak menuju RBP (Ruang Baca Perpustakaan). Di sana sudah di tunggu oleh Danton Tonpara, Danpok Pataka dan Danton PKS,

Kami, kurang lebih berseratus di ceramahi oleh ketiga abang danton tersebut. Suasana di luar pun bukan lagi mendung, tapi hujan sangat deras. Hingga tibalah saatnya pengumuman. Mata kami di perintahkan untuk di pejamkan. Inilah saatnya pengumuman. Semoga feeling buruk ku tidak menjadi kenyataan. Bruk bruk bruk, suara gemuruh orang masuk ke dalam RBP. Ini pasti abang dan kakak yang akan mengambil adek yang lolos tes tonpara. "Ya allah, semoga doaku terwujud," pintaku dalam hati

Satu menit , dua menit berlalu , hingga kurang lebih 5 menit aku tak kunjung di hampiri oleh abang maupun kakak satupun. Sementara teman teman ku yang duduk di sekitarku sudah banyak yang mulai di ambil oleh abang maupun kakak. Suasana RBP yang awalnya sangat ramai perlahan berubah menjadi sepi dan semakin sepi. Hingga tiba tiba, terdengar suara gebrakan meja tepat di depanku.

“ Fauzan , kamu sudah memberi yang terbaik buat pamong waktu tes terakhir kemarin ?” Tanya orang itu sambil setengah membentak. Suaranya sangat medok, nampaknya aku mengenal suara ini. Terdengar seperti suara abang mentorku yang Tonpara.
“ Siap sudah bang,” Jawabku dengan tegas sambil memejamkan mata.
“ Bohong kamu dek ! Kamu gak di terima jadi Tonpara dek ! Abang kecewa sama kamu dek ! Hah !” Bentak abang tersebut dengan keras dan kemudian meninggalkan aku. Aku pun termenung. Iya, ternyata yang membentakku adalah abang yang selama ini telah mengenalkan tonpara, meyakinkanku untuk jadi tonpara dan membuatku bermimpi menjadi Tonpara. Ya, Dia abang mentoringku dulu.

Dalam hati aku menangis sedih , kecewa dan sakit. Sesuatu yang benar benar aku ingin kan dan yang aku impikan kini benar benar menjadi mimpi selamanya. Setelah pengumuman itu, aku dan beberapa teman temanku yang senasib denganku di perintahkan membuka matanya . RBP terlihat begitu sepi saat itu. Aku tak kuat menahan air mata.

Hujan turun dengan derasnya di luar. Petir menggelegar dengan kerasnya sore itu. Aku berjalan kembali ke graha di bawah guyuran hujan. Rasa sedih yang amat berarti dalam hidupku. Aku benar benar tak bisa menerima kenyataan pahit ini. Semua rasa bercampur menjadi satu di benakku.

Berbulan bulan setelah itu, aku sama sekali tak pernah berkomunikasi dengan abang tersebut. Entah antara takut dan kecewa serta pernah mengecewakan menjadi alasan utama aku tak berani bertatap muka dengan abang tersebut. Di setiap teman teman ku yang menjadi tonpara memamerkan peralatan peralatan tonparanya, aku hanya diam termenung tanpa kata. Yang ada di pikiranku hanya “andai saja aku yang memakai barang itu” .

Satu tahun bahkan hingga aku kelas 2 kemarin, aku masih tidak berani bertemu abang tersebut. Rasa sedih dan kecewa tersebut terus saja mengiang di pikiran dan telingaku. Hingga suatu saat menjelang Prasetya Alumni angkatan 19, saat salam salaman dengan angkatan 19, aku bertemu dengan abang tersebut.
Aku masih punya hutang perasaan bersalah dengannya. Aku masih merasa mengecewakan dia. Namun semua itu berubah saat kami salam salaman.

“ Dek, sukses yah nanti kelas 3 nya. Yang masa lalu tidak usah di pikirkan lagi,” Kata abang tersebut. Aku tersenyum, dan benar benar berterima kasih kepada Allah karena telah mengakrabkan lagi aku dan abang tersebut, meski hanya sekejap dan sesaat. Hingga kini, saat aku melihat Tonpara sedang latihan, itu bukanlah masalah perasaan lagi. Aku sudah sepenuhnya ikhlas. Apalagi di tambah dengan perkataan sahabat terbaikku.

“ Jabatan bukan segalanya kok di TN, Jabatan itu hanyalah kepuasan belaka dan hanya bisa di dapat sewaktu di TN. Jadi jangan terlalu di pikirkan terlalu dalam. Yang terpenting masa depanmu danhasil yang akan kau petik nanti,”
Setelah itu aku tersenyum. Ada benarnya kata Abangku itu. Terima kasih telah mengingatkan aku abang mentoringku.

“ Hidup itu akan indah pada waktunya, percayalah Allah pasti akan memberikan kebahagian yang lebih besar suatu saat nanti dari kebahagiaan yang sudah kau dapat hari ini ”
Kemarin kita semua menyaksikan tim Garuda Tua rontok bulu-bulunya. Bagaimana lengangnya stadion GBK menandakan betapa publik pencinta sepakbola sudah malas nonton langsung tim kesayangan mereka dipecundangi sampai empat kali. Walaupun tiket diobral tetap saja suporter males datang ke stadion.

Inilah sebenarnya musuh para pemain timnas.

Pengurus PSSI
Wartawan kompas Budiarto Shambazy pernah mengkritik Johar di Metro TV. Katanya dimana-mana yang namanya pelatih itu dipecat karena gagal bukan hal-hal yang lain. Tapi walaupun banyak yang mengkritik Johar Arifin cuek dan tetap mengganti Reidl yang sedang bagus-bagusnya. Minimal bagus dalam hubungan pelatih dan yang dilatih secara emosional dan kekompakkan. Dan sekarang pasukan Wim dibantai tanpa ampun di ajang PPD dan Johar masih mempertahankan si meneer ini.

Pemain tidak punya pilihan lain kecuali bermain. Mereka tidak bisa protes ketika ada pergantian pelatih, pergantian taktik dan strategi. Maka jangan heran ketika para pemain memainkan bola-bola ke belakang hanya untuk membuang-buang waktu, atau bahkan mengalah untuk menghindari bertemu tim tertentu di final atau semifinal. Semua itu sudah digariskan pelatih yang dipilih oleh pengurus PSSI. Jadi pengurus PSSI adalah musuh pemain timnas yang paling nyata.

Media
Media punya peran besar membuat seorang pemain itu hebat di awang-awang karena laporannya yang lebay. Ingat Kurniawan Dwi Julianto? Sebenarnya dia pemain biasa saja. Kalau dia bisa mencetak gol ya karena posisi dia adalah striker. Tapi media memberitakannya secara berlebihan. Bahkan di sebuah tabloid olahraga ada kisah Kurniawan yang ditulis secara berseri dari dia kecil sampai bisa bermain di luar negeri. Dia bisa bermain di luar negeri karena kebetulan ada “big boss” yang punya modal banyak dan “menitipkannya” di klub Samdoria, bukan karena kehebatan dia semata.

Sekarang mediapun, terutama televisi, berusaha memberitakan pemain-pemain timnas secara berlebihan. Diundang acara talk show, dibuatkan sinetron perjalanan hidupnya dan lain-lain. Markus Harison dan Christian Gonzales adalah dua pemain yang sering muncul di talk show dan acara infotainment. Sekarang Markus sudah tidak dipakai lagi di timnas, coba siapa yang peduli? So, mari kita kawal pemain timnas dari media yang “meracuni”.

Dunia periklanan
Ini adalah musuh ketika seorang pemain sudah mulai banyak disebut publik. Produk sosis anu yang paling cepat dan sering memakai pemain timnas untuk mempromosikan produk mereka. Mungkin sebentar lagi Wanggai dan Tibo sudah muncul di TV sambil makan sosis tersebut. Korban nyata dari ‘kejamnya’ dunia periklanan adalah Irfan Bachdim. Ia sering muncul di TV mempromosikan produk minuman dan sepeda motor. Mungkin karena tampangnya yang baby face dia lebih disukai oleh advertising agent untuk menjadi aktor iklan. Nah, karena keenakan shooting iklan produk tertentu dia dicoret dari timnas junior. Padahal publik masih ingin melihat dia menggoreng bola. Yah, itu konsekuensi yang harus dia ambil. Tapi sangat disayangkan pemain yang punya talenta bagus dan diharap publik fokus di bola sekarang harus jadi penonton.

Production House
Rumah produksi terutama milik keluarga punjabi paling getol memakai orang yang menjadi pembicaraan umum untuk dijadikan aktor bintang tamu. Tak peduli apakah dia bisa berakting atau tidak. Gonzales yang sama sekali tidak bisa berakting sering muncul di sinetron Islam KTP. Aneh, cerita gak nyambung dipaksakan hanya karena dia itu sedang dielu-elukan ketika itu. Jadi jauhkan para pemain timnas junior dari Punjabi cs.
wauw lama tak mengetik blog nih . sekarang saatnya berbagi bersama dengan saya Fauzan Akbar kembali ...
oke edisi blog kali ini, gue mau membahas friend friend gue di TN yang menurut gue selama ini udah memberikan sebuah perubahan yang cukup signifikan di TN . (saelaahh)

Prolog ..
Ini adalah daftar temen temen gue yang bisa merubah hidup gue lebih berwarna dan lebih asik lahh . haha ..
tanpa berlama lama lagi dan berbasi basi lagi, keburu gak enak (gak jelas) langsung aja dehh ..


1. Mardlathillah Muhammad Asyuri
well, ini adalah temen tomat gue. dia berasal dari TUBAN. orangnya asik, pandai, dan pintar berbicara. dia banyak memberikan nasihat dan ceramah buat gue. selain itu, dia juga lucu dan lugu, kayak gue banget ! haha .. temen main TENIS juga.. pokoknya sip deh >:D


2. Febry Ario Maulana
Dia juga rekan tomat gue . hampir senasib sih kayak gue . pinternya sih (mungkin) hampir sama. tapi sialnya dia selalu lebih pinter dari gue. gue dan dia banyak belajar bareng waktu dulu di Graha 10. sekarang pun juga ya masih lumayan lah buat ngobrol. dia juga orang yang (maaf yah yo) paling gampang di ejekin dengan ejekan yang berbau (sekali lagi maaf yaaa) CILEGON ... tapi kini dia sudah sukses sebagai PANPED 22 .. Good luck yah, 7 km kuadrat .. wkwkw

3. Hafizhan Abidin Setyowiyoto
well, dia adalah rekan gue di Allizwell band. cukup baik dan asik. dia temen gue 3 tahun di TN dari kelas sepuluh sampai sekarag. selalu sekelas. Pelajaran hidup yang bisa gue petik dari dia adalah, dua kata RESPECT dan BERANI.. respect kepada pamong dan yang lebih tua. Berani berbicara di depan meskipun salah. Salut gue ma dia !

4. Ganjar Sulaksmono
dia adalah jajaran pengurus harian osis .. jabatan tinggi tapi dia tidak sombong .. masih seneng bermain olahraga dengan orang orang kayak gue yang imut dan asik (haha) .. selain itu dia juga seseorang yang gahoel dan asiknya berat banget ... setara lah kayak gue .. Ambisinya (katanya) pengen ikut US open Tenis Cup .. semangat boy! haha
5. Faris Sulistiawan
Seseorang rekan curhat yang baik . kasie 3b, asala bekasi ini termasuk orang orang pinter . anak OSN kimia . wauww . saudara absen gue yang paling peduli dia antara yang lain . orang yang tidak pernah lupa dengan kata kata GALAU ke gue .. -___-" by the way, dia cukup memberikan banyak pelajaran hidup buat gue. sukses terus deh ris ! haha


oke segitu dulu aja yah cerita singkat gue, lanjut suatu saat lagi. bagi yang pengen tercantum silahkan ngomong ke gue dan yang udah tercantum, selamat yahh. kalian yang terpilih untuk di bahas pertama .. wkwkw > :D
oke gue skip dulu cerita liburan gue yang kemaren.. sekarang gue mau ceritain tentang perjalanan panjang gue menuju semarang dalam MUDIK 2011 ..

well, tanggal 26 gue berangkat dari jakarta. gak tanggung tanggung berangkatnya jam 12 malem.. Alasannya sih biar gak kena macet di tol cikampek .. Namun nasib berkata lain ......... -___-"

Di kalimalang, perjalanan masih lancar lancar saja.. semenjak masuk tol cikampek perjalanan mulai meragukan.. awalnya sih masih lancar lancar aja sampe daerah bekasi .. namun setelah itu .. JEGGERRR .. *suara petir .. (lebayyy) ..

Dan setelah itu kena macet .. well, perjalanan di TOL CIKAMPEK dengan kecepatan 10 Km/jam .. sangat cepat ..
beruntung jam 02.30 udah keluar dari tol.. gue and keluarga gue berpikir lewat tol cikampek sudah aman aman saja ... namun dugaan gue ternyata SALAH BESAR !!

ternyata oh ternyata PANTURA mengalami kemacetan yang cukup mengerikan ... -________-" Damn it! walhasil, gue baru keluar cikampeknya doang jam 5 alias habis sahur .. (SOTR nih gue boyy) ..

Perjalanan berlanjut baik baik saja di jalan, di iringi kendaraan bus dan roda dua (bukan sepeda ontel yaa, tapi motor) ... rame banget sihh .. saat matahari mulai terbit, gue terjebak macet lagi di daerah terwangi di Indonesia bernama SUKAMANDI ... damn again!

gue dan keluarga gue menargetkan tiba di Tol Palimanan Kanci jam 10 .. sialnya kemacetan yang makin siang makin menggila membuat harapan kami semua pupus .. -_______-"

Gue melihat beberapa kejadian yang cukup kasihan buat gue ..

!. Ada becak ketabrak motor ... wahh, kasian banget tukang becaknya .. sampe ban becaknya bengkok coba ... mana tukang becaknya kakek kakek tua lagi ...
2. Ada motor ketabrak bis ..... wah ini lebih mengerikan lagi .. motornya ketabrak bis besar .. sampe motornya masuk ke bagian bawah bis .. untuk pengemudi motornya di kabarkan baik baik saja ..

yabegitulah .. Lanjutt .. Alhasil setelah menempuh perjalanan yang melelahkan di sepanajang Pantura Jawa Barat ... Mobil gue masuk Tol Palimanan Kanci jm 11 siang ... untung tolnya lancar ... kalo tolnya macet lagi, ya gue diem aja lahh.. :s

Keluar dari tol jam 12 kurang 15 .. dan kali ini gue berharap agar gak ketemu kata MACET lagi .. namu sialnya ... -_____-" nasib kembali berkata lain ... mungkin keluarga gue di suruh dolat jumat dulu kalee yak ...

Sholat Jum'at di daerah Pejagan ...

Singkat cerita setelah sholat Jum'at mobil gue mengalami musibah ketabrak batu setinggi betis gue .. brakk .. Pecah deh lampu mobil nya .. -__-"

tapi setelah itu perjalanan gue lancar aman tentram dan baik baik saja .. alhamdulillah ..
and at the last meskipun perjalanannya udah gak serame tadi, tapi tetep aja gue ketemeu macet di beberapa kota.. sebut saja TEGAL dan BATANG .... zzz ... tapi macetnya gak segila dan seheboh tadi kok .. haha ..

Finally gue nyampe di semarang tepat pukul 20.00 wauw.. perjalanan yang panjang .. dan lama .. tapi gak selama Mudik 2 tahun lalu yang bernar benar membutuhkan waktu 24 jam menuju semarang .. haha .. :D

well, otomatis gue sahur di jalan puasa di jalan dan buka di jalan , sholat subuh di jalan, zuhur ashar maghrib dan isya di jalan .. tapi gue gak sholat taraweh di jalan ... haha ..


Terserah kalian mau bilang cerita ini gimana, tapi emang inilah cerita gue yang apa adanya dan ada apanya ... Sekian Terima kasihh !! :D
Oke hari ini di paggi yang cerah ini, gue akan menceritakan liburan gue selama seminggu di JAKARTA .. Gue pulang dari TN sabtu kemaren tanggal 20 Agustus ... tapi rencana pulang cuti gue terhambat akbita adanya JTN alias Jumpa Tokoh nasional bersama Menko Kesra (kata anak anak Menteri kordinator kwsengsaraan rakyat)

Alhasil gue pun Terpaksa
ikut JTN ini .. ya gue ambil sisi positifnya aja dah .. bisa ketemu Menteri GRATIS ..


Gue balik ke jakarta dengan kereta api dan secara gak sengaja bersama adek adek kelas 10 dan 11 yang jumlahnya mencapai 100 orang .. -____-" ohh damn it!

Untungnya gue berada di gerbong yang sangat terpaut jauh dari mereka .. yasudahlah tak apa apa .. :D

Ceritanya gue berangkat malam nyampe pagi, alhasil gue mau gak mau harus SOTR (sahur on the rail) .. jam 3 pagi, di tengah kedinginan yang menusuk relung batinku (apaan sih?!), gue terbangun untuk sahur .. Tadi sebelom berangkata gue mesen nasi gudeg.. dengan asumsi gak ada makanan di kereta api.. sialnya nasib berkata lain.. -____________-" ada nasi goreng di kereta ...

Ujung ujungnya gue melahap nasi gudeg gue yang gue beli dengan harga 15ribu itu yang porsinya gede banget plus nasi goreng di kereta api ..

asemm ndess.. perut gue overload .. tapi gak boker kok ..


and Finally gue tiba di jakarta jam setengah 5 pagi. Di jemput bokap nyokap terus cabut ke rumah ... huahaha .. (Gak jelas ) ..


oke itu cerita gue di awal liburan gue ... gak jelas, tapi buat gue itu menarik ... haha