Selamat Pagi blogger ! Wahaha, ngeliat tanggalan terakhir ngeposting, gue kaget.. Gila uda setaun (2011-2012) kagak pernah ngeposting apapun lagi di blog..

Dan hari ini gue akan kembali (berusaha) aktif (lagi) di blog ini, hahaha..
Gak kerasa uda bulan Mei di tahun 2012 ,, Gak kerasa bentar lagi uda mau lulus dari SMA TN. Banyak cerita cerita di SMA TN yang awalnya mungkin gak enak, sekarang ya bisa di bilang lucu aja kalo di inget. Dan banyak cerita yang terjadi di hidup gue selama di TN ..

Kali ini gue akan bahas beberapa cerita yang khas ada di TN dan menurut gue itu kejadian yang enak di kenang.

1. PDK (Pendidikan Dasar Kedisiplinan dan Kepemimpinan)
    Ini kalo di sekolah laen di sebutnya MOS, tapi kalo di TN 3 bulan lamanya. Pada masa itu, mungkin masa terberat karena pertama kali harus membiasakan diri hidup mandiri dan harus perfect. Di sini sih kalo kata gue dan temen temen awalnya menyiksa karena kita bener bener di latih untuk selalu on time (kayak pendidikan militer gitu). Banyak yang dongkol, tapi ya mau gimana lagi? Toh juga agar kita bisa nyesuain diri di TN ? Tapi akhir dari pendidikan ini adalah mendapatkan sebuah baret kebanggaan SMA TN, Baret biru. Memang tidak mudah untuk dapet baret biru, karena perjuangannya gak main main.. Tapi intinya PDK sampai Pembaretan itu adalah pengalaman seru pertama di TN. Kapan lagi ada SMA yang buat dapetin baret biru harus ngerayap, guling guling, merangkak dan bersusah payah? Hahaha ..

2. Jabatan oh Jabatan 
    Maksudnya di sini adalah jabatan sebagai salah satu seorang anggota tim / kelompok / organisasi. Banyak organisasi / tim maupun kelompok di TN. Seseorang di anggap punya jabatan jika dia ikut atau terpilih atau bergabung dengan sebuah organisasi di SMA TN. misalnya saya sendiri tergabung dalam anggota komisi 3 Perwakilan Kelas. Itu udah merupakan jabatan, meskipun kecil. Jabatan yang di anggap besar dan berkelas di SMA TN jika ia termasuk di Pengurus Harian OSIS PK, Marching Band, Peleton, dan ketua Angkatan.
    Di sini yang seru adalah perjuangan untuk mencari jabatan tersebut. karena tidak mudah untuk menjadi anggota dari sebuah organisasi. Misal saja untuk masuk peleton, harus melewati serangkaian tes mulai dari administrasi, tes tertulis, tes PBB, tes postur, wawancara abang kakak dan wawancara pamong. Sekilas terlihat seperti tes untuk masuk sekolah kedinasan, tapi memang itulah makna sebuah perjuangan di TN (halaaaj). Kenapa saya di sini menceritakan peleton? Jawabannya silahkan baca postingan cerita saya yang dahulu di blog ini. :)

3. Mau Barang, dek? MK dulu 
    Mungkin banyak yang nggak tau apa yang di maksud dengan MK. MK di sini bukan mahkamah konstitusi atau yang lainnya, tapi ini adalah Mental Kejuangan. Maksudnya dari mental kejuangan adalah untuk mendapatkan barang kita harus berjuang untuk mendapatkan barang itu. Ini ada kaitannya dengan jabatan seperti yan udah gue uraikan di atas. Misal untuk mendapat sebuah lencana OSIS, kita harus di suruh lari keliling kampus sebanyak 5 kali. Itu contoh yang paling ringan. Biasanya MK ini terserah abang dan kakaknya dan bersifat melatih atau gak mendidik. Yang barusan gue sebutin adalah yang melatih, yang mendidik kayak misalnya di suruh ngerangkum materi Biologi satu semester. Biasanya sih gitu. Tapi makna dari MK sendiri adalah menumbuhkan pemikiran gini, " Wah dapetin barang ini susah banget, barang ini harus gue jaga baik baik nih."
    Biasanya barang yang untuk di ambilnya harus MK terlebih dahulu adalah Lencana, Brevet, Talikur, Seragam Marching, Perlengkapan masing masing organisasi. Ada kesan tersendiri kok dari MK yang di jalankan. Biasanya kita makin akrab dan deket sama abangnya. Jadi jangan berpikiran loh kalo abis MK, terus kita kesel ma abangnya. Hahaha

4. Hukuman 
    Setiap ada peraturan yang di langgar, pasti akan ada hukumannya. Sama, di TN juga seperti itu. Kalo di TN biasanya yang di hukum di suruh pakai PDL (Pakaian Dinas Lapangan). Pakaian itu kayak pakaian hijau hijau buat latihan di lapangan (Maaf ga bisa ngasih gambarnya) . Pokoknya pakaian itu biasanya di pakai kalo ada kegiatan di lapangan, dan tentunya kalo ada yang make pakaian itu pada saat jam sekolah, of course pasti dia sedang di hukum sama sekolah. Lamanya memakai pakaian ini bervariasi. Kalo pelanggaran ringan biasanya di pake cuma seminggu. kalo Berat ya bisa 3 - 5 Bulan . Memang pada saat make biasanya yang make ada perasaan ga enak karena kita make seragam yang berbeda sendiri. Tapi setelah lepas, itu bener bener seperti merasakan kebebasan dan cerita make PDL bisa jadi sebuah kenangan. Kalo kata orang sih gak make PDL (Hukuman) waktu di TN, berarti ga bisa merasakan salah satu sensasi luar biasa .. *Yang ngerti bagus lah* .. Hahaha

Oke 4 point Pertama dulu yang gue bahas di pagi yang cerah dan indah ini.. Next time gue akan kasih lagi beberapa Memori di TN yang cukup terkenang dan memang pantes untuk di kenang..

Sekian dan saya Fauzan Akbar A.K.A Rain undur undur dulu, sampe ketemu laen waktu dan Keep Spirit and Keep Smiling . :) Hahahahaha

Semua orang tahu bahwa apapun yang kita tulis menunjukkan karakter kita, tak terkecuali tanda tangan. Namun tidak semua orang tahu bagaimana membaca karakter dari bentuk tanda tangan. Nah postingan kali ini kita mencoba untuk menelaah tanda tangan.

1. Satu Garis Di Bawah Tanda Tangan
Mempunyai keyakinan yang tinggi dan personaliti yang baik. Namun, bersifat kikir mereka juga percaya kepada kebahagiaan dalam kehidupan manusia.

2. Dua Titik Di Bawah Tanda Tangan
Mereka boleh dikatakan berjiwa romantis. Mudah ganti pasangan seperti menukar baju. Memilih orang yang memiliki kecantikan dan mereka sendiri berusaha untuk kelihatan menarik dan mereka ini juga mudah menarik perhatian orang lain.

3. Satu Titik Di Bawah Tanda Tangan
Lebih cenderung kepada seni klasik serta perkara yang mudah dan tenang. Jika orang lain yang telah hilang kepercayaan kepada anda, anda tidak akan sesekali kembali kepada mereka dan ini menunjukkan mereka seorang yang tetap pendirian.

4. Tiada Garis atau Titik Di Bawah Tanda Tangan
Mereka ini selalu senang hidup dalam dunia sendiri dan mereka juga jarang mau mendengar pendapat orang lain.Mereka ini boleh di kategorikan sebagai pencinta alam tetapi mereka juga mempunyai sifat agak kikir.

5. Tiada Persamaan Antara Nama dan Tanda Tangan
Maksudnya tanda tangan mereka tidak menonjolkan nama mereka. Golongan ini mencoba untuk kelihatan bergaya, suka menyembunyikan sesuatu. Mereka jarang untuk berterus terang tetapi mereka merupakan pendengar yang baik dan senantiasa memberi perhatian tentang apa yang orang lain sedang katakan.

6. Ada Persamaan Antara Nama dan Tanda Tangan
Mereka ini berkeinginan untuk menjadi bijak tetapi mereka tidak pernah berpikir. Mereka ini tidak konsisten, dan selalu menukar ide atau pandangan sendiri seperti angin. Golongan ini tidak pernah berpikir baik buruk tentang sesuatu perkara. Biasanya, orang lain bisa mengambil hati mereka dengan hanya memuji.

7. Tanda Tangan dengan Huruf Yang Tidak Bersambung
Mereka ini sangat baik terhadap orang lain. Mempunyai hati yang baik, tidak mementingkan diri dan siap berkorban untuk kepentingan dan kebahagiaan orang yang di sayangi. Tapi apabila terlalu banyak perkara yang mereka pikirkan, ini menyebabkan mereka akan cepat tersinggung.

8. Tanda Tangan yang Lengkap Seperti Nama
Mereka sangat baik hati dan bisa menyesuaikan diri dengan suasana apa saja dan siapa saja yang mereka temui. Golongan ini juga sangat teguh pendirian serta pendapat dan memiliki keinginan yang sangat kuat dalam mendapatkan sesuatu.

Semua orang tahu bahwa apapun yang kita tulis menunjukkan karakter kita, tak terkecuali tanda tangan. Namun tidak semua orang tahu bagaimana membaca karakter dari bentuk tanda tangan. Nah postingan kali ini kita mencoba untuk menelaah tanda tangan.

1. Satu Garis Di Bawah Tanda Tangan
Mempunyai keyakinan yang tinggi dan personaliti yang baik. Namun, bersifat kikir mereka juga percaya kepada kebahagiaan dalam kehidupan manusia.

2. Dua Titik Di Bawah Tanda Tangan
Mereka boleh dikatakan berjiwa romantis. Mudah ganti pasangan seperti menukar baju. Memilih orang yang memiliki kecantikan dan mereka sendiri berusaha untuk kelihatan menarik dan mereka ini juga mudah menarik perhatian orang lain.

3. Satu Titik Di Bawah Tanda Tangan
Lebih cenderung kepada seni klasik serta perkara yang mudah dan tenang. Jika orang lain yang telah hilang kepercayaan kepada anda, anda tidak akan sesekali kembali kepada mereka dan ini menunjukkan mereka seorang yang tetap pendirian.

4. Tiada Garis atau Titik Di Bawah Tanda Tangan
Mereka ini selalu senang hidup dalam dunia sendiri dan mereka juga jarang mau mendengar pendapat orang lain.Mereka ini boleh di kategorikan sebagai pencinta alam tetapi mereka juga mempunyai sifat agak kikir.

5. Tiada Persamaan Antara Nama dan Tanda Tangan
Maksudnya tanda tangan mereka tidak menonjolkan nama mereka. Golongan ini mencoba untuk kelihatan bergaya, suka menyembunyikan sesuatu. Mereka jarang untuk berterus terang tetapi mereka merupakan pendengar yang baik dan senantiasa memberi perhatian tentang apa yang orang lain sedang katakan.

6. Ada Persamaan Antara Nama dan Tanda Tangan
Mereka ini berkeinginan untuk menjadi bijak tetapi mereka tidak pernah berpikir. Mereka ini tidak konsisten, dan selalu menukar ide atau pandangan sendiri seperti angin. Golongan ini tidak pernah berpikir baik buruk tentang sesuatu perkara. Biasanya, orang lain bisa mengambil hati mereka dengan hanya memuji.

7. Tanda Tangan dengan Huruf Yang Tidak Bersambung
Mereka ini sangat baik terhadap orang lain. Mempunyai hati yang baik, tidak mementingkan diri dan siap berkorban untuk kepentingan dan kebahagiaan orang yang di sayangi. Tapi apabila terlalu banyak perkara yang mereka pikirkan, ini menyebabkan mereka akan cepat tersinggung.

8. Tanda Tangan yang Lengkap Seperti Nama
Mereka sangat baik hati dan bisa menyesuaikan diri dengan suasana apa saja dan siapa saja yang mereka temui. Golongan ini juga sangat teguh pendirian serta pendapat dan memiliki keinginan yang sangat kuat dalam mendapatkan sesuatu.


Bukan Segalanya
( Sebuah Cerita Seorang Siswa TN di buku " 1 Lembar Untuk 1000 Massa" )


“ Bang, Teston kapan lagi bang?”
“Minggu depan dek, siap kan ?”
“Siap lah bang,”


Ini adalah sebuah kisah nyata tentang aku, seorang siswa SMA TN angkatan 20. Kisah ini bermula dulu, tepatnya saat masih PDK (PDK itu semacam kegiatan orientasi siswa baru di SMA TN), di masjid Pangsar Sudirman. Saat itu , kegiatan mentoring (lebih di kenal dengan ceramah) sedang berlangsung. Kegitan mentoring ini di bagi dalam kelompok kelompok kecil yang beranggotakan 8 orang.



Aku pun tergabung dalam kelompok kamar awal graha 19 (memang pada saat itu, memang kelompok mentoring di bentuk berdasarkan urutan kamar di graha). Dan ternyata, aku mendapat 2 abang mentoring yang asik gaul dan funky. Abang yang pertama adalah seorang Bantara (kelompok Pramuka SMA TN), dia sangatlah lucu dalam menyampaikan materi. Sedangkan yang satu lagi, dia adalah seorang Tonpara. Tonpara merupakan kepanjangan dari Peleton Upacara. Mungkin kalau di SMA pada umumnya bisa di sebut Tonti atau Pasukan Baris Berbaris.


Awalnya aku tidak mengerti tentang Tonpara, dan tidak begitu minat dengan Tonpara. Tapi karena kegiatan mentoring ini, aku pun mulai tertarik dengan Tonpara. Entah kenapa aku melihat sesosok Tonpara itu terbilang gagah, tegap, dan berwibawa. Entah kenapa pula aku tertarik dengan Tonpara, mungkin karena aku sering bercerita dengan abang Mentoring ku yang Tonpara.

Hari demi hari berlalu, aku dan Abang mentoringku yang Tonpara semakin akrab. Kami saling bercerita pengalaman dan banyak lagi. Dan aku mengakui kalau akau ingin sekali menjadi seorang Tonpara. Abangku pun bercerita segala macam tentang Tonpara lebih detail. Dari syarat tes Tonpara, hingga saat menjadi Tonpara. Aku pun makin tertarik saat itu. Hingga akhirnya aku punya rencana, Aku harus menjadi seorang Tonpara SMA Taruna Nusantara.

Tak hanya itu yang di ceritakan, ia bercerita juga tentang salah seorang teman abangku tersebut yang minat Tonpara, tapi tidak ke terima. Awalnya aku agak takut tidak keterima setelah mendengar cerita tersebut, tapi abangku meyakinkanku kalau aku pasti bisa masuk Tonpara. Karena menurutnya, segala kriteria Tonpara sada di dalam diriku. Tinggi, pinter, hafal orientasi, tinggal kemampuanku dalam olahraga yang harus di tingkatkan.

Hari pertama Tes, tes administrasi. Wah, ternyata banyak sekali yang ikut. Awalnya agak pesimis, tapi aku ingat kata abangku, aku pasti bisa. Sewaktu Tes, aku sempat lupa satu nama abang tonpara. Selesai tes, aku takut luar biasa jika tidak di terima. Sebenernya terbilang berlebihan karena hanya karena seperti itu. Hingga pada waktu pengumuman, ternyata aku masih lolos tes tahap pertama.

Tes berikutnya adalah tes baris berbaris dan postur. Bersyukur aku di beri komentar bahwa baris berbarisku terbilang cukup baik dan suaraku cukup lantang. Hal ini tambah meyakinkanku bahwa aku akan menjadi tonpara. Di tes postur, aku di perintahkan untuk push up 25 kali. Dan alhamdulillah, aku masih bisa dan kuat.

Aku tetap menceritakan semua hal yang ingin ku tahu ke abang mentoringku yang tonpara. Hingga tibalah, waktu Tes wawancara abang kakak. Jantungku berdegup kencang luar biasa. Aku berusaha tampil dengan sebaik mungkin. Setrika rapi, tidak ngerel, rambut sesuai ketentuan, kuku pendek, gesper di braso, dan sepatu di semir agar mengkilat.

Tibalah giliranku untuk wawancara abang kakak, aku pun masuk ke ruang tes dengan sedikit takut. Di tanya pertanyaan bermacam macam. Benar benar tekanan batin yang luar biasa. Sempat di bentak bentak, di maki maki dan banyak lainnya. Pada intinya di tes ini, yang di tes adalah mental dari masing masing peserta seleksi. Dan sekali lagi aku mengucapkan puji syukur, aku masih di berikan kesempatan untuk lolos ke tahap berikutnya.

Hingga tibalah tes terakhir, yaitu tes wawancara pengurus dan pamong. Ini adalah penentuan akhir siapa yang akan menjadi peleton SMA Taruna Nusantara. Tesnya di mulai jam 7 malam dan alhamdulillah berakhir jam 1 malam. Sebelum di wawancara, kami di orientasi habis habisan. Berdiri selama kurang lebih 5 jam, melelahkan, tapi aku yakin aku bisa. Dalam pikirku terus berkata, aku akan menjadi tonpara.

Sehari dua hari kemudian, tak ada kabar. Namun feeling ku sudah berkata agak negatif. Abangku yang biasanya setiapa saat baik baik saja kepadaku, kini berubah menjadi pendiam kepadaku. Ku tanya Tonpara, ia hanya menjawab, ”banyak berdoa saja,”

Aku pun bingung dengan kata katanya. Kemudian, salah seorang temanku berkata kepadaku bahwa saya TIDAK MENJADI TONPARA. Aku agak shock, tapi aku yakin temanku pasti hanya sok tau. Aku yakin kalau aku pasti menjadi Tonpara.

Hingga tibalah hari pengumuman akhir. Suasana mendung di hari minggu itu benar benar membingungkan pikiran dan hatiku. Entah feelingku yang jelek, atau hanya perasaanku saja yang gundah gulana. Tapi aku tak mempedulikan itu, aku yakin aku pasti jadi Tonpara.

Suasana GOR sore itu tampak tidak meyakinkan. Mungkin terlihat gelap karena cuaca mendung sore itu. Aku dan para calon peleton lainnya pun masuk ke GOR, berbaris, menanti pengumuman. Setelah itu, kami di perintah bergerak menuju RBP (Ruang Baca Perpustakaan). Di sana sudah di tunggu oleh Danton Tonpara, Danpok Pataka dan Danton PKS,

Kami, kurang lebih berseratus di ceramahi oleh ketiga abang danton tersebut. Suasana di luar pun bukan lagi mendung, tapi hujan sangat deras. Hingga tibalah saatnya pengumuman. Mata kami di perintahkan untuk di pejamkan. Inilah saatnya pengumuman. Semoga feeling buruk ku tidak menjadi kenyataan. Bruk bruk bruk, suara gemuruh orang masuk ke dalam RBP. Ini pasti abang dan kakak yang akan mengambil adek yang lolos tes tonpara. "Ya allah, semoga doaku terwujud," pintaku dalam hati

Satu menit , dua menit berlalu , hingga kurang lebih 5 menit aku tak kunjung di hampiri oleh abang maupun kakak satupun. Sementara teman teman ku yang duduk di sekitarku sudah banyak yang mulai di ambil oleh abang maupun kakak. Suasana RBP yang awalnya sangat ramai perlahan berubah menjadi sepi dan semakin sepi. Hingga tiba tiba, terdengar suara gebrakan meja tepat di depanku.

“ Fauzan , kamu sudah memberi yang terbaik buat pamong waktu tes terakhir kemarin ?” Tanya orang itu sambil setengah membentak. Suaranya sangat medok, nampaknya aku mengenal suara ini. Terdengar seperti suara abang mentorku yang Tonpara.
“ Siap sudah bang,” Jawabku dengan tegas sambil memejamkan mata.
“ Bohong kamu dek ! Kamu gak di terima jadi Tonpara dek ! Abang kecewa sama kamu dek ! Hah !” Bentak abang tersebut dengan keras dan kemudian meninggalkan aku. Aku pun termenung. Iya, ternyata yang membentakku adalah abang yang selama ini telah mengenalkan tonpara, meyakinkanku untuk jadi tonpara dan membuatku bermimpi menjadi Tonpara. Ya, Dia abang mentoringku dulu.

Dalam hati aku menangis sedih , kecewa dan sakit. Sesuatu yang benar benar aku ingin kan dan yang aku impikan kini benar benar menjadi mimpi selamanya. Setelah pengumuman itu, aku dan beberapa teman temanku yang senasib denganku di perintahkan membuka matanya . RBP terlihat begitu sepi saat itu. Aku tak kuat menahan air mata.

Hujan turun dengan derasnya di luar. Petir menggelegar dengan kerasnya sore itu. Aku berjalan kembali ke graha di bawah guyuran hujan. Rasa sedih yang amat berarti dalam hidupku. Aku benar benar tak bisa menerima kenyataan pahit ini. Semua rasa bercampur menjadi satu di benakku.

Berbulan bulan setelah itu, aku sama sekali tak pernah berkomunikasi dengan abang tersebut. Entah antara takut dan kecewa serta pernah mengecewakan menjadi alasan utama aku tak berani bertatap muka dengan abang tersebut. Di setiap teman teman ku yang menjadi tonpara memamerkan peralatan peralatan tonparanya, aku hanya diam termenung tanpa kata. Yang ada di pikiranku hanya “andai saja aku yang memakai barang itu” .

Satu tahun bahkan hingga aku kelas 2 kemarin, aku masih tidak berani bertemu abang tersebut. Rasa sedih dan kecewa tersebut terus saja mengiang di pikiran dan telingaku. Hingga suatu saat menjelang Prasetya Alumni angkatan 19, saat salam salaman dengan angkatan 19, aku bertemu dengan abang tersebut.
Aku masih punya hutang perasaan bersalah dengannya. Aku masih merasa mengecewakan dia. Namun semua itu berubah saat kami salam salaman.

“ Dek, sukses yah nanti kelas 3 nya. Yang masa lalu tidak usah di pikirkan lagi,” Kata abang tersebut. Aku tersenyum, dan benar benar berterima kasih kepada Allah karena telah mengakrabkan lagi aku dan abang tersebut, meski hanya sekejap dan sesaat. Hingga kini, saat aku melihat Tonpara sedang latihan, itu bukanlah masalah perasaan lagi. Aku sudah sepenuhnya ikhlas. Apalagi di tambah dengan perkataan sahabat terbaikku.

“ Jabatan bukan segalanya kok di TN, Jabatan itu hanyalah kepuasan belaka dan hanya bisa di dapat sewaktu di TN. Jadi jangan terlalu di pikirkan terlalu dalam. Yang terpenting masa depanmu danhasil yang akan kau petik nanti,”
Setelah itu aku tersenyum. Ada benarnya kata Abangku itu. Terima kasih telah mengingatkan aku abang mentoringku.

“ Hidup itu akan indah pada waktunya, percayalah Allah pasti akan memberikan kebahagian yang lebih besar suatu saat nanti dari kebahagiaan yang sudah kau dapat hari ini ”
Kemarin kita semua menyaksikan tim Garuda Tua rontok bulu-bulunya. Bagaimana lengangnya stadion GBK menandakan betapa publik pencinta sepakbola sudah malas nonton langsung tim kesayangan mereka dipecundangi sampai empat kali. Walaupun tiket diobral tetap saja suporter males datang ke stadion.

Inilah sebenarnya musuh para pemain timnas.

Pengurus PSSI
Wartawan kompas Budiarto Shambazy pernah mengkritik Johar di Metro TV. Katanya dimana-mana yang namanya pelatih itu dipecat karena gagal bukan hal-hal yang lain. Tapi walaupun banyak yang mengkritik Johar Arifin cuek dan tetap mengganti Reidl yang sedang bagus-bagusnya. Minimal bagus dalam hubungan pelatih dan yang dilatih secara emosional dan kekompakkan. Dan sekarang pasukan Wim dibantai tanpa ampun di ajang PPD dan Johar masih mempertahankan si meneer ini.

Pemain tidak punya pilihan lain kecuali bermain. Mereka tidak bisa protes ketika ada pergantian pelatih, pergantian taktik dan strategi. Maka jangan heran ketika para pemain memainkan bola-bola ke belakang hanya untuk membuang-buang waktu, atau bahkan mengalah untuk menghindari bertemu tim tertentu di final atau semifinal. Semua itu sudah digariskan pelatih yang dipilih oleh pengurus PSSI. Jadi pengurus PSSI adalah musuh pemain timnas yang paling nyata.

Media
Media punya peran besar membuat seorang pemain itu hebat di awang-awang karena laporannya yang lebay. Ingat Kurniawan Dwi Julianto? Sebenarnya dia pemain biasa saja. Kalau dia bisa mencetak gol ya karena posisi dia adalah striker. Tapi media memberitakannya secara berlebihan. Bahkan di sebuah tabloid olahraga ada kisah Kurniawan yang ditulis secara berseri dari dia kecil sampai bisa bermain di luar negeri. Dia bisa bermain di luar negeri karena kebetulan ada “big boss” yang punya modal banyak dan “menitipkannya” di klub Samdoria, bukan karena kehebatan dia semata.

Sekarang mediapun, terutama televisi, berusaha memberitakan pemain-pemain timnas secara berlebihan. Diundang acara talk show, dibuatkan sinetron perjalanan hidupnya dan lain-lain. Markus Harison dan Christian Gonzales adalah dua pemain yang sering muncul di talk show dan acara infotainment. Sekarang Markus sudah tidak dipakai lagi di timnas, coba siapa yang peduli? So, mari kita kawal pemain timnas dari media yang “meracuni”.

Dunia periklanan
Ini adalah musuh ketika seorang pemain sudah mulai banyak disebut publik. Produk sosis anu yang paling cepat dan sering memakai pemain timnas untuk mempromosikan produk mereka. Mungkin sebentar lagi Wanggai dan Tibo sudah muncul di TV sambil makan sosis tersebut. Korban nyata dari ‘kejamnya’ dunia periklanan adalah Irfan Bachdim. Ia sering muncul di TV mempromosikan produk minuman dan sepeda motor. Mungkin karena tampangnya yang baby face dia lebih disukai oleh advertising agent untuk menjadi aktor iklan. Nah, karena keenakan shooting iklan produk tertentu dia dicoret dari timnas junior. Padahal publik masih ingin melihat dia menggoreng bola. Yah, itu konsekuensi yang harus dia ambil. Tapi sangat disayangkan pemain yang punya talenta bagus dan diharap publik fokus di bola sekarang harus jadi penonton.

Production House
Rumah produksi terutama milik keluarga punjabi paling getol memakai orang yang menjadi pembicaraan umum untuk dijadikan aktor bintang tamu. Tak peduli apakah dia bisa berakting atau tidak. Gonzales yang sama sekali tidak bisa berakting sering muncul di sinetron Islam KTP. Aneh, cerita gak nyambung dipaksakan hanya karena dia itu sedang dielu-elukan ketika itu. Jadi jauhkan para pemain timnas junior dari Punjabi cs.